Apa sebenarnya yang dimaksud dengan perlindungan tegangan rendah (low voltage protection) dan perlindungan tegangan tinggi (high voltage protection) pada inverter off grid?
Mari Zamdon Power perjelas satu hal mendasar: Objek utama dari pengaturan perlindungan ini adalah baterai (aki), bukan listrik PLN (mains) ataupun beban peralatan elektronik Anda. Baterai adalah komponen vital dalam sistem tenaga surya, dan fitur ini ada untuk menjaganya.
1. Low Voltage Protection pada Inverter (Perlindungan Tegangan Rendah)
Secara umum, persentase pengosongan maksimum (discharge) baterai yang aman adalah 70% dari kapasitasnya untuk baterai jenis lead-acid (asam timbal) dan 80% untuk baterai lithium.
Jika baterai terus dikuras melebihi batas ini, ada kemungkinan besar baterai akan rusak permanen (scrapped). Tidak peduli metode apa yang digunakan, baterai tersebut tidak akan bisa diisi ulang kembali. Oleh karena itu, inverter menetapkan fitur low voltage protection untuk menghindari situasi tersebut dan memperpanjang umur baterai semaksimal mungkin.
Mekanisme pada Inverter Zamdon Power:
Peringatan Awal (11VDC): Ketika tegangan baterai lead-acid turun mencapai 11VDC/cell, inverter Zamdon akan membunyikan alarm peringatan baterai lemah (low voltage warning) dan secara otomatis beralih ke catu daya AC (listrik PLN) jika tersedia.
Kondisi Tanpa PLN: Jika tidak ada aliran listrik PLN, inverter akan terus menggunakan daya baterai (selama proses ini, suara peringatan akan terus berbunyi untuk memberitahu pengguna).
Titik Henti (10.5VDC): Ketika tegangan turun hingga 10.5VDC/cell (artinya kapasitas baterai tersisa sekitar 30%), inverter akan memicu low voltage protection. Inverter akan mati secara otomatis (shutdown) dan menghentikan pengurasan baterai untuk mencegah kerusakan.
Catatan untuk Baterai Lithium: Khusus untuk baterai lithium, ketika inverter Zamdon telah menjalin komunikasi dengan baterai, semua pengaturan akan beroperasi secara otomatis mengikuti pengaturan BMS (Battery Management System) dari baterai lithium tersebut.
Fitur Cerdas Tambahan Zamdon Power
Inverter Zamdon memiliki fungsi tambahan yang sangat berguna untuk berbagai skenario:
Fitur Pemulihan Daya (Cocok untuk Area Terpencil): Di daerah tanpa listrik PLN di mana pengguna hanya mengandalkan tenaga surya, Zamdon memiliki fitur pemulihan daya baterai. Jika daya baterai habis di malam hari, inverter akan “tidur” dan menunggu hingga cahaya matahari muncul kembali di siang hari untuk mengisi baterai. Ketika baterai terisi hingga 12VDC/cell, inverter akan otomatis menyala kembali dan memberi daya pada beban.
Mode Prioritas Baterai: Jika pelanggan mengatur inverter untuk memprioritaskan penggunaan baterai, inverter Zamdon akan menggunakan listrik PLN untuk mengisi baterai saat dibutuhkan. Ketika tegangan baterai mencapai 13.2VDC/cell, inverter akan otomatis beralih kembali ke mode daya baterai. Hal ini bertujuan untuk menggunakan listrik PLN seminimal mungkin.
2. High Voltage Protection pada Inverter (Perlindungan Tegangan Tinggi)
Tegangan pengisian default pada inverter Zamdon Power adalah 14.2VDC/cell. Ketika baterai mencapai nilai tegangan ini, inverter akan berhenti mengisi daya.
Mengapa 14.2VDC? Karena pada baterai lead-acid, ketika tegangan mencapai angka ini, kapasitasnya sudah mencapai 100% (terisi penuh).
Namun, mengapa terkadang inverter mengeluarkan peringatan high voltage protection atau perlindungan tegangan berlebih? Ada beberapa alasan berbeda yang memicu peringatan ini.
3. Penyebab Utama Peringatan High Voltage:
Pertama: Pengaturan Tegangan Pengisian Terlalu Tinggi Ketika inverter mendeteksi baterai sudah penuh tetapi sistem masih terus mencoba mengisi daya, inverter akan memicu fungsi perlindungan tegangan lebih (overvoltage protection) dan membunyikan alarm.
Solusi: Pengguna harus memeriksa apakah pengaturan tegangan pengisian pada inverter sudah masuk akal. Aturlah sesuai dengan buku panduan instruksi Zamdon Power.
Kedua: Baterai Sudah Usang/Rusak Baterai yang sudah mencapai akhir masa pakainya memiliki resistansi internal yang meningkat. Hal ini membuat tegangan titik pengisian melonjak terlalu tinggi terlalu cepat. Dalam bahasa sederhana: Kapasitas baterai sebenarnya sudah menurun (drop), tetapi inverter masih mengisi daya dengan standar baterai baru. Akibatnya, tegangan melonjak sebelum baterai benar-benar penuh, memicu alarm, dan inverter berhenti mengisi.Gejala: Inverter menunjukkan kapasitas baterai baru sekitar 50-70%, tetapi sudah berhenti mengisi (standby).
Umum terjadi pada: Baterai lithium rakitan dari sel bekas, atau baterai lead-acid/gel yang hampir rusak.
Cara Cek: Gunakan multimeter untuk mendeteksi tegangan di kedua ujung baterai. Jika tegangan mencapai 14.2VDC padahal belum terisi penuh, itu membuktikan kapasitas baterai sudah menurun. Ini bukan kesalahan inverter.
Ketiga: Kegagalan Komponen MPPT Jika komponen pengisian pada modul MPPT mengalami kerusakan, baterai mungkin akan terus diisi tanpa henti secara otomatis. Situasi ini jarang terjadi, namun tetap mungkin.
Mengapa Perlindungan Ini Penting?
Zamdon Power sangat mementingkan pengaturan perlindungan tegangan baterai (Battery Overvoltage Protection) demi keselamatan Anda:
Pada Baterai Lead-Acid: Jika terjadi overcharge, kasus terburuk adalah baterai akan menggelembung (bengkak) bahkan bisa menyebabkan ledakan asam.
Pada Baterai Lithium: Overcharge akan menumbuhkan dendrit lithium di dalam sel, yang meningkatkan resistansi internal dan memperpendek umur baterai secara drastis.
Jika Anda menghadapi masalah di atas, jangan panik. Ikuti metode yang diperkenalkan oleh Zamdon dan periksa langkah demi langkah. Masalah pasti akan terpecahkan.
Anda dapat menemukan berbagai tips penggunaan inverter lainnya di website Zamdon Power, sehingga inverter off grid kami dapat terus memberikan kenyamanan dan keceriaan dalam kehidupan Anda.
