Saat memilih inverter, mungkin Anda pernah memperhatikan satu hal penting: inverter high frequency umumnya memiliki arus pengisian AC (AC charging current) yang sangat besar, bisa mencapai 80A bahkan 200A, sementara inverter low frequency biasanya hanya berada di kisaran 20A-35A.
Mengapa perbedaannya bisa sejauh itu? Jawabannya terletak pada desain dan struktur kerja masing-masing inverter.
Perbedaan Struktur Desain Inverter Low Frequency dan High Frequency
Cara Kerja Inverter Low Frequency
Ciri utama inverter low frequency adalah penggunaan transformator besar dan kuat. Transformator ini berfungsi untuk:
- Menahan lonjakan tegangan dan arus tinggi
- Menjaga kestabilan output meskipun sumber listrik tidak stabil
Pada inverter low frequency, seluruh aliran daya, baik saat charging maupun discharging selalu melewati transformator. Prosesnya adalah:
- Daya dari PLN atau genset masuk ke transformator
- Energi digunakan untuk mengisi baterai
- Baterai kemudian mengalirkan kembali daya
- Inverter menghasilkan output AC yang stabil
Karena transformator bekerja secara terus-menerus untuk charging dan discharging, maka tidak disarankan digunakan untuk pengisian baterai dengan daya penuh. Umumnya, arus pengisian hanya direkomendasikan sekitar ¼ dari total daya inverter. Inilah alasan mengapa charging current inverter low frequency relatif kecil.
Cara Kerja Inverter High Frequency
Berbeda dengan low frequency, inverter high frequency menggunakan rangkaian switching elektronik tanpa transformator besar. Alur kerjanya adalah:
- Tegangan AC dari PLN (misalnya 220VAC)
- Langsung diubah menjadi DC tegangan tinggi
- Tegangan tersebut kemudian diturunkan (step down) ke level yang sesuai untuk baterai
- Baterai diisi dengan daya yang hampir maksimal dari sumber PLN
Karena proses ini lebih langsung dan efisien, inverter high frequency mampu:
- Mengisi baterai dengan arus sangat besar
- Mempercepat waktu pengisian
- Memiliki efisiensi kerja lebih tinggi
Inilah alasan utama mengapa max charging current inverter high frequency bisa jauh lebih besar dibandingkan low frequency. Cek juga beberapa perbedaan Inverter low frequency dan inverter high frequency.
Mana yang Lebih Cocok untuk Penggunaan Rumah?
Jawabannya tergantung kondisi listrik dan kebutuhan Anda.
Inverter Low Frequency Cocok Jika:
- Tegangan PLN sering naik turun
- Menggunakan genset
- Dibutuhkan ketahanan dan stabilitas tinggi
- Digunakan untuk area terpencil atau industri
Inverter High Frequency Cocok Jika:
- Tegangan PLN relatif stabil
- Membutuhkan pengisian baterai cepat
- Digunakan untuk rumah tangga dan toko
- Mengutamakan efisiensi dan ukuran ringkas
Pilih Inverter Sesuai Kebutuhan Anda
Apapun jenis yang Anda butuhkan, yang terpenting adalah memilih inverter yang sesuai dengan kebutuhan, lingkungan, dan sumber listrik Anda.
Zamdon Power, sebagai produsen inverter profesional, menyediakan produk inverter off-grid high frequency dan low frequency dengan kualitas tinggi untuk berbagai kebutuhan:
- Rumah tangga
- Toko dan UMKM
- Proyek energi surya
- Area off-grid dan hybrid system
Hubungi Zamdon Energy Indonesia sekarang dan temukan solusi inverter yang tepat untuk sistem tenaga Anda.
