Panduan Mode Pengisian Baterai pada On grid/Off grid Hybrid Solar Inverter HFP Series
12 December 2025

Dalam sistem tenaga surya, Solar inverter adalah pusat penghubung dari panel surya, listrik PLN, dan baterai. Inverter menjalankan fungsi penting seperti konversi energi, pengaturan aliran daya, hingga proses penyimpanan. Berdasarkan skenario penggunaan, solar inverter umumnya dibagi menjadi tiga jenis: off grid inverter, on grid inverter, dan hybrid inverter.

On grid & off grid hybrid solar inverter HFP Series adalah jenis inverter kombinasi yang dapat menggunakan tenaga surya + PLN + baterai secara bersamaan. Lalu, berapa mode pengisian yang dimiliki hybrid inverter? Bagaimana cara memilih prioritas pengisian yang tepat?

Di bawah ini, Zamdon Power akan memperkenalkan mode pengisian dan prioritas pengisian pada On grid & off grid hybrid solar inverter HFP series.

Pengenalan Prioritas Pengisian On grid/Off grid Hybrid Solar Inverter

Sebagai salah satu fungsi inti inverter, pengaturan prioritas pengisian pada On grid & off grid hybrid solar inverter sangat menentukan strategi distribusi energi antara tenaga surya dan listrik PLN. Pengaturan ini berpengaruh besar terhadap efisiensi sistem, biaya listrik, dan masa pakai baterai.

Biasanya, hybrid solar inverter menyediakan tiga opsi prioritas pengisian, seperti pada seri Zamdon HFP high frequency, yang menyediakan tiga pilihan:

  • SNU (PV + PLN mengisi secara bersamaan, PV digunakan terlebih dahulu)
  • OSO (hanya PV yang mengisi baterai)
  • CSO (PV prioritas, PLN hanya menyala saat tidak ada PV)

Berikut penjelasannya:

1. “SNU” (PV dan PLN Mengisi Bersamaan, Mengutamakan PV)

Saat PV dan PLN tersedia pada waktu bersamaan, PV akan digunakan terlebih dahulu untuk mengisi baterai. Jika tenaga surya kurang, barulah PLN menambah kekurangannya. Bila tidak ada PV, maka PLN akan mengurus pengisian sepenuhnya.

Contoh:

Jika baterai membutuhkan arus pengisian 50A, dan PV memberi 30A, maka PLN menambah 20A.

Jika PV memberi 60A dan sudah memenuhi kebutuhan baterai, maka PLN tidak ikut bekerja.

Mode “SNU” adalah mode umum yang menyeimbangkan efisiensi dan stabilitas.

Mode “SNU” cocok untuk:

  • Daerah dengan sinar matahari melimpah (pedesaan, pinggiran kota)
  • Pengguna rumah tangga atau komersial yang ingin memaksimalkan tenaga surya untuk mengurangi biaya listrik
  • Skenario dengan beban stabil dan tarif listrik PLN yang cukup tinggi

2. “OSO” (Hanya PV, Pengisian dari PLN Dinonaktifkan)

Pada mode ini, inverter sepenuhnya mengandalkan tenaga surya untuk mengisi baterai, dan fungsi pengisian dari PLN dimatikan.

Jika PV tidak tersedia (malam hari, hujan, mendung), maka baterai tidak akan terisi, sehingga memerlukan perubahan manual ke mode lain bila dibutuhkan.

Tidak peduli baterai hampir habis atau tidak, selama PV tidak bekerja, PLN tidak akan pernah digunakan untuk pengisian. Sistem memasuki mode ramah lingkungan 100% energi surya.

Mode “OSO” cocok untuk:

  • Sistem off-grid di daerah terpencil
  • Proyek ramah lingkungan dengan aturan ketat (area konservasi, alat riset, dsb.)
  • Sistem yang ingin mencapai “zero carbon” dengan ketergantungan penuh pada energi terbarukan

3.“CSO” (PV Prioritas, PLN Menyala Bila Tidak Ada PV)

PV akan digunakan sebagai sumber utama pengisian. Jika PV tidak tersedia (malam hari, cuaca buruk), PLN otomatis mengambil alih.

Ketika PV kembali normal di pagi hari, sistem akan otomatis berpindah lagi ke pengisian via PV.

Contoh:

  • Siang hari: PV normal → PV mengisi baterai sepenuhnya
  • Malam hari: PV di bawah batas → PLN otomatis mengisi
  • Pagi hari: PV kembali masuk → PLN berhenti bekerja

Mode “CSO” cocok untuk:

  • Daerah dengan sinar matahari sedang (wilayah perkotaan)
  • Pengguna yang ingin tetap mengisi baterai tanpa risiko kehabisan daya
  • Pengaturan listrik yang sensitif terhadap tarif tinggi dan rendah (peak-hour dan off-peak)
  • Mengurangi biaya listrik dengan mengandalkan PV pada siang hari

Ringkasan Tiga Mode Prioritas Pengisian (SNU / OSO / CSO)

Hybrid solar inverter memungkinkan pengguna mengatur strategi energi secara cerdas melalui tiga mode berikut:

SNU – Mode Seimbang

  • PV digunakan dulu, PLN melengkapi
  • Mode paling fleksibel dan umum
  • Cocok untuk mayoritas pengguna

OSO – Mode Energi Hijau Murni

  • Hanya PV yang mengisi baterai
  • PLN tidak masuk untuk pengisian baterai
  • Cocok untuk off-grid dan proyek ramah lingkungan

CSO – Mode PV Prioritas

  • PV utama, PLN cadangan
  • Meminimalkan biaya listrik
  • Ideal untuk area dengan sinar matahari bervariasi

Dengan pengaturan yang tepat, On grid & off grid hybrid solar inverter tidak hanya meningkatkan efisiensi sistem tenaga surya, tetapi juga mampu beradaptasi dengan berbagai skenario penggunaan.

Tiga mode prioritas ini menjadikan sistem tenaga surya lebih aktif, cerdas, dan hemat biaya, memungkinkan pengguna menemukan strategi pengisian yang paling optimal dalam sinergi antara tenaga surya dan listrik PLN. Zamdon menghadirkan solusi cerdas sekaligus hemat biaya, dengan HFP series pengisian baterai dapat diatur sesuai kebutuhan Anda. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.