Perbedaan Antara Inverter High Frequency dan Low Frequency
27 November 2025

Perbedaan Utama Antara Inverter High Frequency dan Low Frequency

Perbedaan Utama Antara Inverter High Frequency dan Low Frequency, serta Fitur Utama Inverter High Frequency Zamdon Power

LF vs HF inverter, apa bedanya?

LF berarti low frequency inverter, sedangkan HF berarti high frequency inverter.

Di berbagai brosur promosi, pelanggan biasanya hanya melihat istilah solar inverter atau hybrid inverter. Namun, berdasarkan lingkungan penggunaan, sebenarnya ada dua tipe inverter yang umum digunakan: inverter high-frequency dan inverter low-frequency.

Berikut penjelasan lengkapnya:

  1. Perbedaan Paling Dasar dan Mudah Dilihat
  • Inverter Low Frequency (LF) memiliki transformator besar di dalamnya.
  • Inverter High Frequency (HF) hanya memiliki transformator kecil sebagai penyangga tegangan/arus, atau bahkan tidak menggunakan transformator sama sekali. (Inverter high-frequency dari Zamdon Power tetap menggunakan transformator kecil.)
  1. Kemampuan Menangani Beban Induktif
  • Beban induktif seperti:
  • pompa air, motor, dan AC besar,
  • akan membutuhkan daya 3–6 kali lipat dari daya nominal saat pertama kali menyala.

Contoh:
Pompa 1 kW bisa membutuhkan 3–6 kW saat start.
Transformator besar pada inverter low-frequency membantu menyerap lonjakan daya tersebut.
Karena itu bukan berarti beban 1 kW memakai inverter 1 kW.

Rekomendasi pairing:

  • Beban 1 kW → gunakan inverter low-frequency 3 kW
  • Beban 1 kW → jika memakai high-frequency, gunakan inverter 4–5 kW
  1. Arti “Frequency” Sebenernya Bukan 50/60 Hz

Istilah high-frequency dan low-frequency bukan merujuk pada frekuensi AC 50–60 Hz, tetapi pada frekuensi switching inverter saat mengubah DC ke AC.
Pada inverter high-frequency, proses switching berlangsung cepat sehingga efisiensi lebih tinggi.
Pada inverter low-frequency, switching lambat karena prosesnya dilakukan pada tegangan rendah dan harus dinaikkan melalui transformator besar.

  1. Cara Kerja Inverter HF vs LF

High-Frequency (HF):

  • Bekerja pada tegangan tinggi.
  • Menggunakan DC tegangan tinggi dari panel surya untuk langsung diubah menjadi AC tegangan tinggi.
  • Efisiensi output mencapai 93–94%.

Low-Frequency (LF):

  • Mengubah DC tegangan rendah dari baterai menjadi AC tegangan rendah.
  • Lalu dinaikkan menggunakan transformator.
  • Efisiensi lebih rendah: ±85%.

Kelemahan HF:

Karena tidak ada trafo besar, kemampuan menahan lonjakan beban induktif lebih kecil, sehingga harus menggunakan inverter dengan kapasitas lebih besar.

  1. Perbedaan Rentang Input Surya (PV Input)

Pada sistem 48V DC:

Inverter High-Frequency: max PV input 500 VDC

Inverter Low-Frequency: max PV input 180 VDC

Mengapa berbeda?

HF dirancang bekerja pada tegangan tinggi → MPPT juga tegangan tinggi.

LF dirancang bekerja pada tegangan rendah → MPPT pun tegangan rendah.

  1. Teknologi Turunan dari Desain HF Tegangan Tinggi

Desain high-frequency membuka banyak fitur lanjutan.

Contoh pada hybrid inverter HF seri HFP dari Zamdon Power:

A. Dapat bekerja tanpa baterai,

Mengubah DC dari panel surya langsung menjadi AC.

B. Fungsi “Output Compensation”

  • Jika daya panel kurang dari kebutuhan load:
  • Inverter akan otomatis mengambil daya tambahan dari PLN atau baterai.
  • Memberikan daya stabil ke beban.
  • Menjaga umur pemakaian beban lebih panjang.
  1. Komunikasi BMS pada Mode Baterai

Hybrid inverter Zamdon Power HF Seri HFP:

  • Terhubung langsung dengan BMS baterai lithium.
  • Data baterai tersinkron real-time.
  • Menghindari baterai bekerja saat overvoltage atau undervoltage karena delay sensor.
  1. Fitur Dry Contact

Inverter HF series Zamdon Power juga dilengkapi dry contact, yang memungkinkan:

  • Peralihan instan antara PLN dan genset.
  • Menjamin suplai daya eksternal tetap stabil.

Sebagai rangkuman dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa inverter high-frequency menawarkan efisiensi yang lebih tinggi, dukungan PV input yang lebih besar, desain yang lebih ringkas, serta fitur-fitur modern seperti operasi tanpa baterai dan kompensasi daya. Inverter jenis ini sangat cocok untuk sistem yang mengutamakan efisiensi dan fleksibilitas, meskipun untuk beban induktif berat diperlukan kapasitas inverter yang lebih besar agar bekerja optimal.

Sementara itu, inverter low-frequency tetap menjadi pilihan terbaik untuk beban induktif karena transformator besar di dalamnya mampu menahan lonjakan arus dan memberikan stabilitas jangka panjang. Meskipun demikian, efisiensinya lebih rendah, rentang input PV lebih kecil, serta ukuran dan bobotnya lebih besar sehingga kurang praktis dibandingkan inverter high-frequency.

Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang perbedaan inverter high-frequency dan low-frequency, atau ingin memilih inverter yang tepat untuk kebutuhan Anda, Hubungi Zamdon Power segera. Kami siap menjelaskan detail produk secara lengkap.